Kamis, 28 Januari 2010

Seorang pecundang yang bergerak frontal.

pembenahan diri tak selamanya berbuah manis, terkadang malah menjadikan seseorang terdorong untuk berbuat keonaran karena ia percaya bahwa telah dibakali keyakinan yang kuat akan eksistensi dirinya dalam sebuah lingkungan.
kesalahan kecil bisa berakibat sangat fatal, ibarat kata sama bahayanya dengan pilot yang asik menonton video porno ditengah penerbangan yang dipimpinnya.
Ada cerita dari Seorang pecundang yang mencoba berbuat ulah ditengah lingkungan yang homogen, serta penuh dengan orang - orang yang berpendidikan. Manuver awalnya dia adalah dengan cara menuunjukkan sikap yang sangat gagah perkasa atau dengan kata lain so' jago kepada orang - orang yang ditemuinya.
Dengan ditemani 5 orang sahabat sejatinya, dia terus menebar propaganda yang bertujuan menghancurkan sebuah generasi, dengan alasan yang tidak jelas.
Dalam perjalanannya dia sama sekali tidak pernah berfikir akan dampak apa yang akan ditimbulkan nanti kepada dirinya sendiri. buntutnya adalah, ketika ia sudah mulai berani menerobos dunia maya untuk melancarkan aksinya dalam perencanaan propaganda untuk menghancurkan sebuah generasi. Namun sayang, pergerakkannya yang terlampau frontal membuatnya 'diserang balik' oleh para 'gladiator' yang sejak awal telah terpropaganda olehnya namun tidak mudah terhasut, para gladiator itu berasal dari banyak kalangan dan semuanya secara serentak menyerang hingga akhirnya dia pun kalah dan mungkin mulai menyadari bahwa dirinya tidak lebih besar dari secuil upil.
Sebuah akhir yang menyedihkan bagi pecundang sekelas dia, yang sejak awal terkesan berani, namun bungkam di akhir.
Satu pesan yang ingin aku sampaikan, “ bila birimu memilih untuk menjadi seorang pecundang, maka jadilah pecundang yang cerdas. “.

Rabu, 27 Januari 2010

Bahagia menyakitimu

Mengawali cerita dari sebuah cinta yang terpaksa, membuat aku selalu tidak merasa nyaman berada didekatnya.
Sebut saja ayu (bukan nama asli, sengaja aku samarkan), wanita dengan paras cantik, sesuai dengan namanya, yang banyak diidolakan oleh para lelaki - lelaki kampus. Ia adalah cinta terpaksaku, cinta yang awalnya dirajut dengan indah namun lahir begitu saja dari sebuah tuntutan.
Aku memang seorang pengecut yang tidak bisa memutuskan suatu keputusan untuk terus melanjutkan atau berhenti, namun dibalik semua itu semata - mata aku hanya mencoba untuk menghargai perasaannya kepadaku.
Banyak teman - teman dekatku yang berharap besar dari hubungan aku dengan ayu, tapi apa mau dikata, perasaan tidak dapat dibohongi.
Ada beberapa alasan tersendiri yang aku nilai sangat kuat dalam mendukung semua sikap keterpaksaanku kepada ayu. Salah satu alasan yang paling kuat adalah faktor keluarga, keluargaku menilai ayu tidak supel, tidak mudah berkomunikasi dengan keluargaku, begitu juga aku, aku merasa keluarga ayu tidak mudah bersikap welcome kepada teman lelaki ayu, termasuk juga aku. Terutama ayahnya, beliau adalah seorang yang aku nilai keras, juga tidak bisa memahami perasaan orang lain.
Mungkin itu hanya sebagian dari "kekecewaan" ku kepada ayu, yang berujung kandasnya hubungan kita. Tapi aku mengakui bahagia menyakitimu, maaf sayang aku memang tidak tulus cinta kepadamu.
Tulisan ini semata - mata merupakan ungkapan sebagian kekecewaanku kepada sikap ayu, hingga saat ini aku masih merasakan itu, rasa dendam yang timbul begitu saja dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu tidak ingin melihat dia bahagia (dalam urusan cinta), ditambah sekarang ini dia telah mengganti posisiku dihatinya dengan seorang teman baikku.
Sekali lagi, maafkan aku sayang jika aku selalu bahagia melihatmu tersakiti..!!

Rabu, 13 Januari 2010

HEBAT...!!

Suatu malam aku bermimpi menjadi seorang yang sangat baik hati, hingga rela mengorbankan kekasihku untuk aku berikan kepada seorang temanku, yang dimana ia memang termasuk orang yang paling berjasa di hidupku yang selalu memberikan aku begitu banyak wawasan tentang hidup ini.
Akupun terbangun dari tidurku dan berkata pada diriku sendiri, “apakah mungkin mimpiku tadi menjadi kenyataan?”. Ah, tidak terlalu penting bagiku memikirkan hal seperti itu, karena memang aku termasuk orang yang tidak begitu percaya terhadap mimpi.
Beberapa bulan berselang, nampaknya aku mulai bosan dengan kekasihku, bosan karena dia selalu saja bergantung kepadaku dalam segala hal, aku sih tidak merasa dirugikan sama sekali, karena dia adalah kekasihku, yang membuat aku jengkel, dia tidak bisa mandiri, segala sesuatunya harus berdasar padaku, sedangkan aku adalah orang yang tidak bisa dan tidak biasa untuk membuat seseorang menjadi tidak mandiri.
Yang kedua, aku mulai merasa tidak nyaman dengan sikap keluarganya yang sangat perfeksionis menurutku, (ya maklum lah, mereka termasuk keluarga kalangan menengah keatas), yang menuntut aku untuk lebih sangat ekstra sopan, padahal batasan sopan menurutku tidak setinggi yang mereka tafsirkan hingga rasanya sulit buat aku mencapainya meskipun aku sudah sangat berusaha.
Hingga tak terasa waktupun berjalan begitu cepat mendekati 12 bulan, angka yang genap seiring dengan genapnya 8 bulan aku tidak merespon kekasihku, hingga akhirnya keputusan akhirpun aku ambil, yaitu PUTUS dengannya. Lega sudah hati ini setelah menahan pikiran-pikiran tentang dia.
Tak lama berselang, datang seorang sahabatku kedalam hidup mantan kekasihku itu, hingga pada akhirnya semua berlangsung seperti dalam mimpiku di awal cerita tadi. Hebat..!! ternyata memang benar ada seorang sahabat aku yang diam-diam mengincar sesuatu yang aku miliki… semoga berbahagia..