pembenahan diri tak selamanya berbuah manis, terkadang malah menjadikan seseorang terdorong untuk berbuat keonaran karena ia percaya bahwa telah dibakali keyakinan yang kuat akan eksistensi dirinya dalam sebuah lingkungan.
kesalahan kecil bisa berakibat sangat fatal, ibarat kata sama bahayanya dengan pilot yang asik menonton video porno ditengah penerbangan yang dipimpinnya.
Ada cerita dari Seorang pecundang yang mencoba berbuat ulah ditengah lingkungan yang homogen, serta penuh dengan orang - orang yang berpendidikan. Manuver awalnya dia adalah dengan cara menuunjukkan sikap yang sangat gagah perkasa atau dengan kata lain so' jago kepada orang - orang yang ditemuinya.
Dengan ditemani 5 orang sahabat sejatinya, dia terus menebar propaganda yang bertujuan menghancurkan sebuah generasi, dengan alasan yang tidak jelas.
Dalam perjalanannya dia sama sekali tidak pernah berfikir akan dampak apa yang akan ditimbulkan nanti kepada dirinya sendiri. buntutnya adalah, ketika ia sudah mulai berani menerobos dunia maya untuk melancarkan aksinya dalam perencanaan propaganda untuk menghancurkan sebuah generasi. Namun sayang, pergerakkannya yang terlampau frontal membuatnya 'diserang balik' oleh para 'gladiator' yang sejak awal telah terpropaganda olehnya namun tidak mudah terhasut, para gladiator itu berasal dari banyak kalangan dan semuanya secara serentak menyerang hingga akhirnya dia pun kalah dan mungkin mulai menyadari bahwa dirinya tidak lebih besar dari secuil upil.
Sebuah akhir yang menyedihkan bagi pecundang sekelas dia, yang sejak awal terkesan berani, namun bungkam di akhir.
Satu pesan yang ingin aku sampaikan, “ bila birimu memilih untuk menjadi seorang pecundang, maka jadilah pecundang yang cerdas. “.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


kita menang kawan ..
BalasHapushaha... itulah kenyataannya.. sulit utk membodohi kta...
BalasHapus