Rabu, 27 Januari 2010

Bahagia menyakitimu

Mengawali cerita dari sebuah cinta yang terpaksa, membuat aku selalu tidak merasa nyaman berada didekatnya.
Sebut saja ayu (bukan nama asli, sengaja aku samarkan), wanita dengan paras cantik, sesuai dengan namanya, yang banyak diidolakan oleh para lelaki - lelaki kampus. Ia adalah cinta terpaksaku, cinta yang awalnya dirajut dengan indah namun lahir begitu saja dari sebuah tuntutan.
Aku memang seorang pengecut yang tidak bisa memutuskan suatu keputusan untuk terus melanjutkan atau berhenti, namun dibalik semua itu semata - mata aku hanya mencoba untuk menghargai perasaannya kepadaku.
Banyak teman - teman dekatku yang berharap besar dari hubungan aku dengan ayu, tapi apa mau dikata, perasaan tidak dapat dibohongi.
Ada beberapa alasan tersendiri yang aku nilai sangat kuat dalam mendukung semua sikap keterpaksaanku kepada ayu. Salah satu alasan yang paling kuat adalah faktor keluarga, keluargaku menilai ayu tidak supel, tidak mudah berkomunikasi dengan keluargaku, begitu juga aku, aku merasa keluarga ayu tidak mudah bersikap welcome kepada teman lelaki ayu, termasuk juga aku. Terutama ayahnya, beliau adalah seorang yang aku nilai keras, juga tidak bisa memahami perasaan orang lain.
Mungkin itu hanya sebagian dari "kekecewaan" ku kepada ayu, yang berujung kandasnya hubungan kita. Tapi aku mengakui bahagia menyakitimu, maaf sayang aku memang tidak tulus cinta kepadamu.
Tulisan ini semata - mata merupakan ungkapan sebagian kekecewaanku kepada sikap ayu, hingga saat ini aku masih merasakan itu, rasa dendam yang timbul begitu saja dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu tidak ingin melihat dia bahagia (dalam urusan cinta), ditambah sekarang ini dia telah mengganti posisiku dihatinya dengan seorang teman baikku.
Sekali lagi, maafkan aku sayang jika aku selalu bahagia melihatmu tersakiti..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar