Rabu, 17 Februari 2010

Romantisme sebuah perang dingin

aku seorang yang tak berdaya
berusaha melintasi fenomena
ditengah sebuah keterpurukan
sandiwara merenggut kepercayaan

apakah aku pantas berada disini?
Sebuah ruang yang penuh kemunafikan
sebuah jamuan yang begitu penuh ketidakpastian
namun inilah kepentinganku

bintang bersinar tanpa dosa
bulan pun cerah menemani malam
hanya aku dan mereka
yang sejatinya duduk berdampingan mesra

panas, begitulah yang aku rasakan
satu tatap penuh benci, namun itu bukan dendam
sinis, mungkin itu yang mereka berikan satu sama lain
disini, di tempat ini

yang tersisa hanyalah bimbang
yang tersisa hanyalah bingung
tak membuahkan apapun
hanya itu yang aku rasa

romantisme sebuah perang dingin
mengantarkanku pada realita
suatu yang berawal utuh
kini mulai retak dan perlahan pecah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar