Selasa, 13 April 2010

Aku dan padang rumputku

luas, indah, dan sejuk..
Itulah beberapa gambaran tentang padang rumput yang kini tengah aku miliki. Sudah sekitar 2 tahun aku memilikinya. Tempat yang begitu apik aku jaga, aku rawat hingga dapat menumbuhkan rerumputan yang begitu lebat. Tidak banyak yang aku harapkan dari padang rumputku ini, hanya satu, aku ingin padang rumputku ini tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat menjadi sesuatu yang berguna untuk semua orang kelak.
namun, yang terjadi sekarang adalah padang rumputku diserang hama yang begitu membahayakan untuk kelangsungan hidupnya, sangat berbahaya hingga tidak ada lagi rerumputan yang tumbuh, semua mengering akibat serangan hama tersebut.
Memang tidak bisa sepenuhnya aku menyalahkan hama yang menyerang itu, ini semua juga salahku, salahku karena aku tidak bisa menjaga dan merawat secara baik, salahku karena aku terlalu sibuk dengan urusanku sehingga aku tidak bisa intensif dalam menjaga kelestariannya.
Kini, aku hanya tinggal menunggu akan kehancurannya, bila aku masih tetap tidak bisa merawatnya, hanya tinggal menghitung waktu untuk bisa melihat padang rumputku menghilang, dan akhirnya menjadi lahan kosong yang kering dan tandus, serta harapan yang besar pun hanya menjadi angan-angan belaka..... Goodbye.....

Senin, 29 Maret 2010

Fenomena “saling siku” dikampus yang biru.

Sistem pengajaran mata kuliah dikampus nampaknya sudah cukup baik, begitupun dengan situasi lingkungan kampus yang memang bersahabat sehingga dapat menciptakan suatu atmosfir yang positif bagi seluruh mahasiswa. Namun menjadi miris ketika diantara mahasiswa yang notabene memiliki pola pikir yang dewasa terjadi suatu tindakan yang seharusnya tidak baik dilakukan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa dilingkungan kampus terdapat budaya “saling siku”, baik secara personal maupun yang sampai melibatkan kelompok. Bagi mereka yang awam mungkin tidak akan begitu peka terhadap fenomena ini namun perlu diketahui bahwasanya fenomena seperti ini memiliki dampak yang tidak menentu, tergantung dari bagaimana cara menyikapinya sehingga dapat berdampak positif atau negatif.
Perbedaan kepentingan dan rasa ingin memiliki yang kuat merupakan sebagian alasan mengapa fenomena “saling siku” muncul dengan kerasnya dikampus biru. Ketika seseorang dengan keyakinannya “menyerang” seseorang lainnya yang juga memiliki argumen yang kuat untuk bertahan disitulah terjadi “saling siku”.
Orang – orang menyebutnya sebagai angkatan ganjil. Ya, memang yang terungkap telah terlibat dibalik ini semua merupakan salah satu dari angkatan ganjil di fikom unisba. Entah sadar atau tidak sadar, disengaja atau tidak disengaja, sikap ini muncul dari seseorang yang memang sedang sama – sama belajar. Suatu pernyataan sikap yang cukup mengagetkan yang dipaparkan melalui media publik, bernada menantang dan terkesan tinggi hati.
tentunya tidak hanya dibaca dan diketahui oleh kalangan tertentu, namun juga diketahui oleh khalayak ramai, yang memang tidak ada kepentingan sama sekali dengan hal ini, akan tetapi menjadi suatu dorongan untuk ikut campur dalam masalah ini dikarenakan pernyataan yang dilontarkan tersebut memang mengundang banyak kontroversi, karena dianggap telah mengusik ketentraman dilingkungan mahasiswa fikom.
Dampak yang dirasakan adalah hilangnya simpati dari sebagian besar mahasiswa fikom terhadap mereka yang melakukan itu, dan juga membuat suasana dilingkungan mahasiswa fikom menjadi tidak se-sehat dulu.
Terlepas dari maksud dan tujuannya, namun disini semua orang dapat sama – sama melihat bahwa memang kehidupan kampus yang sekilas terkesan tentram tapi dibalik itu terdapat suatu fenomena “saling siku” yang mengharukan, ditengah – tengah solidaritas yang sedang dibangun diantara mahasiswa, timbul sebuah permasalahan yang seolah – olah menjadi sebuah pukulan keras untuk semua mahasiswa, khususnya mahasiswa fikom.
Dari kejadian itu, sangat tidak baik apabila kita mengambil kesimpulan yang negatif, namun disini yang dapat ditarik adalah sebuah pembelajaran moral dan etika, serta tahap pendewasaan dimana satu dan yang lainnya dapat saling menghormati dan menghargai. Harapannya, agar kedepan kita semua mahasiswa fikom unisba dapat menjalani kehidupan dikampus biru dengan tanpa diganggu oleh hal – hal semacam itu.

Selasa, 02 Maret 2010

Kemanakah suara itu?

Langkahku ini membawaku pada sebuah 'dunia' yang terlihat gelap, namun penuh dengan semangat, semangat untuk menyuarakan nyanyian hati yang berangkat dari sebuah kejujuran.
Tempat ini adalah tempat yang menurutku sangat berarti, dari tempat ini aku mulai mengenal sebuah idealisme yang kuat yang tertuang pada sebuah karya seni.
Memang, aku bukanlah seorang yang begitu mengerti seni secara mendalam, meski begitu aku sedikit banyak tahu tentang karya seni yang menurut orang-orang itu tidak berarti apa-apa tapi menurutku sangat bernilai.
Adalah kota kembang, kota dimana aku dilahirkan dan dibesarkan sampai dengan saat ini, kota yang dimana didalamnya terdapat banyak sekali masyarakat yang berpotensi melahirkan mahakarya seni yang tak ternilai harganya.
Kotaku ini adalah kota yang mengandung 80% sindrom kreatifitas, khususnya musik. maka sudah tak asing lagi jika disetiap jengkalnya kotaku ini terdapat banyak sekali musisi-musisi kenamaan. Terkesan berlebihan memang, namun itulah realita yang ada.
Pergerakan musik bawah tanah adalah yang paling banyak menjamur di kotaku ini, pagelaran musik ini sangat sering sekali diadakan, bukan untuk sekedar unjuk kebolehan saja, namun juga dijadikan sebagai ajang komersil oleh para investor-investor berduit.
Musik bawah tanah memang tidak begitu mudah diterima oleh orang-orang, terutama yang memang tidak mengerti apa itu musik bawah tanah.
Seiring bergulirnya waktu, musik bawah tanah kian tersisihkan, seperti saat ini contohnya, dentuman instrumen khas musik bawah tanah itu sudah jarang lagi terdengar, suara-suara khas teriakan metal pun perlahan menghilang, gigs-gigs underground yang dianggap sebagai surganya musisi bawah tanah kini sudah jarang digelar.
Kemanakah suara itu? Suara yang dulu menghiasi dunia gelap kota ini. Kemanakah kerumunan itu? Kerumunan yang menjadikan aku dan yang lainnya berbaur dalam satu emosi. Dan kemanakah kegelapan itu? Kegelapan yang dulu menjadi penerang untuk dunia bawah tanah.
Kini hanya tinggal menunggu, menunggu 'matahari' yang redup untuk terang kembali.
Bravo underground...

Rabu, 17 Februari 2010

Romantisme sebuah perang dingin

aku seorang yang tak berdaya
berusaha melintasi fenomena
ditengah sebuah keterpurukan
sandiwara merenggut kepercayaan

apakah aku pantas berada disini?
Sebuah ruang yang penuh kemunafikan
sebuah jamuan yang begitu penuh ketidakpastian
namun inilah kepentinganku

bintang bersinar tanpa dosa
bulan pun cerah menemani malam
hanya aku dan mereka
yang sejatinya duduk berdampingan mesra

panas, begitulah yang aku rasakan
satu tatap penuh benci, namun itu bukan dendam
sinis, mungkin itu yang mereka berikan satu sama lain
disini, di tempat ini

yang tersisa hanyalah bimbang
yang tersisa hanyalah bingung
tak membuahkan apapun
hanya itu yang aku rasa

romantisme sebuah perang dingin
mengantarkanku pada realita
suatu yang berawal utuh
kini mulai retak dan perlahan pecah

Kamis, 28 Januari 2010

Seorang pecundang yang bergerak frontal.

pembenahan diri tak selamanya berbuah manis, terkadang malah menjadikan seseorang terdorong untuk berbuat keonaran karena ia percaya bahwa telah dibakali keyakinan yang kuat akan eksistensi dirinya dalam sebuah lingkungan.
kesalahan kecil bisa berakibat sangat fatal, ibarat kata sama bahayanya dengan pilot yang asik menonton video porno ditengah penerbangan yang dipimpinnya.
Ada cerita dari Seorang pecundang yang mencoba berbuat ulah ditengah lingkungan yang homogen, serta penuh dengan orang - orang yang berpendidikan. Manuver awalnya dia adalah dengan cara menuunjukkan sikap yang sangat gagah perkasa atau dengan kata lain so' jago kepada orang - orang yang ditemuinya.
Dengan ditemani 5 orang sahabat sejatinya, dia terus menebar propaganda yang bertujuan menghancurkan sebuah generasi, dengan alasan yang tidak jelas.
Dalam perjalanannya dia sama sekali tidak pernah berfikir akan dampak apa yang akan ditimbulkan nanti kepada dirinya sendiri. buntutnya adalah, ketika ia sudah mulai berani menerobos dunia maya untuk melancarkan aksinya dalam perencanaan propaganda untuk menghancurkan sebuah generasi. Namun sayang, pergerakkannya yang terlampau frontal membuatnya 'diserang balik' oleh para 'gladiator' yang sejak awal telah terpropaganda olehnya namun tidak mudah terhasut, para gladiator itu berasal dari banyak kalangan dan semuanya secara serentak menyerang hingga akhirnya dia pun kalah dan mungkin mulai menyadari bahwa dirinya tidak lebih besar dari secuil upil.
Sebuah akhir yang menyedihkan bagi pecundang sekelas dia, yang sejak awal terkesan berani, namun bungkam di akhir.
Satu pesan yang ingin aku sampaikan, “ bila birimu memilih untuk menjadi seorang pecundang, maka jadilah pecundang yang cerdas. “.

Rabu, 27 Januari 2010

Bahagia menyakitimu

Mengawali cerita dari sebuah cinta yang terpaksa, membuat aku selalu tidak merasa nyaman berada didekatnya.
Sebut saja ayu (bukan nama asli, sengaja aku samarkan), wanita dengan paras cantik, sesuai dengan namanya, yang banyak diidolakan oleh para lelaki - lelaki kampus. Ia adalah cinta terpaksaku, cinta yang awalnya dirajut dengan indah namun lahir begitu saja dari sebuah tuntutan.
Aku memang seorang pengecut yang tidak bisa memutuskan suatu keputusan untuk terus melanjutkan atau berhenti, namun dibalik semua itu semata - mata aku hanya mencoba untuk menghargai perasaannya kepadaku.
Banyak teman - teman dekatku yang berharap besar dari hubungan aku dengan ayu, tapi apa mau dikata, perasaan tidak dapat dibohongi.
Ada beberapa alasan tersendiri yang aku nilai sangat kuat dalam mendukung semua sikap keterpaksaanku kepada ayu. Salah satu alasan yang paling kuat adalah faktor keluarga, keluargaku menilai ayu tidak supel, tidak mudah berkomunikasi dengan keluargaku, begitu juga aku, aku merasa keluarga ayu tidak mudah bersikap welcome kepada teman lelaki ayu, termasuk juga aku. Terutama ayahnya, beliau adalah seorang yang aku nilai keras, juga tidak bisa memahami perasaan orang lain.
Mungkin itu hanya sebagian dari "kekecewaan" ku kepada ayu, yang berujung kandasnya hubungan kita. Tapi aku mengakui bahagia menyakitimu, maaf sayang aku memang tidak tulus cinta kepadamu.
Tulisan ini semata - mata merupakan ungkapan sebagian kekecewaanku kepada sikap ayu, hingga saat ini aku masih merasakan itu, rasa dendam yang timbul begitu saja dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu tidak ingin melihat dia bahagia (dalam urusan cinta), ditambah sekarang ini dia telah mengganti posisiku dihatinya dengan seorang teman baikku.
Sekali lagi, maafkan aku sayang jika aku selalu bahagia melihatmu tersakiti..!!

Rabu, 13 Januari 2010

HEBAT...!!

Suatu malam aku bermimpi menjadi seorang yang sangat baik hati, hingga rela mengorbankan kekasihku untuk aku berikan kepada seorang temanku, yang dimana ia memang termasuk orang yang paling berjasa di hidupku yang selalu memberikan aku begitu banyak wawasan tentang hidup ini.
Akupun terbangun dari tidurku dan berkata pada diriku sendiri, “apakah mungkin mimpiku tadi menjadi kenyataan?”. Ah, tidak terlalu penting bagiku memikirkan hal seperti itu, karena memang aku termasuk orang yang tidak begitu percaya terhadap mimpi.
Beberapa bulan berselang, nampaknya aku mulai bosan dengan kekasihku, bosan karena dia selalu saja bergantung kepadaku dalam segala hal, aku sih tidak merasa dirugikan sama sekali, karena dia adalah kekasihku, yang membuat aku jengkel, dia tidak bisa mandiri, segala sesuatunya harus berdasar padaku, sedangkan aku adalah orang yang tidak bisa dan tidak biasa untuk membuat seseorang menjadi tidak mandiri.
Yang kedua, aku mulai merasa tidak nyaman dengan sikap keluarganya yang sangat perfeksionis menurutku, (ya maklum lah, mereka termasuk keluarga kalangan menengah keatas), yang menuntut aku untuk lebih sangat ekstra sopan, padahal batasan sopan menurutku tidak setinggi yang mereka tafsirkan hingga rasanya sulit buat aku mencapainya meskipun aku sudah sangat berusaha.
Hingga tak terasa waktupun berjalan begitu cepat mendekati 12 bulan, angka yang genap seiring dengan genapnya 8 bulan aku tidak merespon kekasihku, hingga akhirnya keputusan akhirpun aku ambil, yaitu PUTUS dengannya. Lega sudah hati ini setelah menahan pikiran-pikiran tentang dia.
Tak lama berselang, datang seorang sahabatku kedalam hidup mantan kekasihku itu, hingga pada akhirnya semua berlangsung seperti dalam mimpiku di awal cerita tadi. Hebat..!! ternyata memang benar ada seorang sahabat aku yang diam-diam mengincar sesuatu yang aku miliki… semoga berbahagia..